Aremania Eletronik- Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Arema Indonesia versus PSMS Medan siap menerima risiko diberi sanksi karena tidak memasang papan Indonesian Premier League (IPL) di lapangan stadion.
Pantauan detiksurabaya saat pertandingan, Rabu (14/12/2011) sore WIB, di Stadion Gajayana tidak ada papan iklan yang biasa dipajang di pinggir lapangan, serta papan nama kompetisi yang digelar.
Saat dimintai keterangan mengenai hal ini, Direktur Utama Arema Indonesia Winarso mengatakan, a-board dan spanduk IPL telah terkirim ke pihak panpel, namun peralatan pendukung lain belum tersedia. Akibatnya, a-board IPL batal terpasang.
"Spanduk sudah dikirim, tapi papan kayu yang tidak ada," tutur Winarso. "Kami siap terima segala risiko atas a-board yang tak terpasang itu," sambungnya.
Ia menambahkan, insiden ini dampak dari minimnya waktu persiapan, antara lain karena belum redanya konflik internal antara pendiri Arema, Lucky Acub Zaenal, dengan Ketua Yayasan Arema M. Nur, sehingga sempat lahir dua klub Arema di IPL.
Meski begitu, pada pertandingan berikutnya Winarso berjanji akan memaksimalkan kesiapan panitia pelaksana, sehingga kejadian seperti hari ini tidak terulang.
"Laga berikutnya kami janji akan lebih baik," ujarnya.
Selain pemasangan a-board, ketidaksiapan panpel yang sempat membingungkan awak media peliput adalah adanya dua start list tim yang berbeda saat pertandingan berjalan.
Contohnya di kubu PSMS. Penyerang Julio Alcorse dan Sugianto tercantum di daftar pemain cadangan, padahal mereka menjadi starter. Sugianto tercatat bernomor punggung 29, tapi di lapangan memakai kaus nomor 2. Di Arema, kesalahan data pemain ini terjadi pada Dendi Santosa, yang tercantum sebagai pemain cadangan, padahal sudah main sejak menit pertama.
Winarso juga menjelaskan perihal kaus bek Arema, Gunawan Dwi Cahyo, yang ditambal-tambal menutupi nama dan nomor 24 milik Legimin Raharjo, yang juga bermain hari ini. Wasit sempat menghentikan pertandingan dan meminta Gunawan mengurusi bajunya. (Baca beritanya di sini).
"Baju Gunawan kekecilan. Karena itu mendadak kami tambal sulam begitu," kata Winarso.
Sementara itu dalam jumpa pers usai pertandingan, pelatih PSMS Medan Fabio Lopez mengaku tak banyak berharap pada pasukannya untuk bisa tampil maksimal.
"Saya hanya berikan taktik saja, karena masih 24 jam saya bersama tim. Bahkan saya juga belum kenal dengan seluruh pemain," ujar pelatih asal Italia itu.
Dari kubu Arema, Pelatih Milomir Seslija memuji barisan pertahanan PSMS sehingga anak asuhnya kesulitan menembus untuk menciptakan gol.
"Pertahanan PSMS sangat kuat, kami sempat alami kesulitan. Tapi dukungan suporter membuat kami menang," tukasnya.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !