Aremania Elektronik- Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) sukses digelar di Grand Ballroom Hotel Pullman Jakarta Central Park, Minggu (18/12) kemarin. Sedikitnya 480 anggota PSSI yang terdiri dari Pengurus Provinsi PSSI dan klub hadir dalam rapat tersebut. Klub meliputi pengurus klub ISL, Divisi Utama, Divisi I hingga Divisi III.
‘’Yang datang dalam acara Rapat Akbar ini ada 480 anggota PSSI,’’ ungkap La Nyalla Mataliti, Ketua Pengprov PSSI Jatim kemarin sore. Kebetulan pria yang juga salah satu anggota Exco PSSI ini hadir bersama tiga anggota lainnya, yaitu Roberto Rouw, Toni Apriliani dan Erwin Dwi Budiawan.
Sedangkan untuk Pengprov, dari 29 yang diundang tercatat 27 perwakilan hadir dalam rapat akbar yang digagas oleh Forum Pengprov PSSI (FPP) ini. Ketua FPP, Dwi Irianto mengaku mayoritas anggota PSSI yang hadir dalam RASN ini sudah mencapai dua per tiga anggota PSSI, atau memenuhi syarat untuk mengambil keputusan.
‘’Rapat Akbar ini dilakukan sebagai bentuk keprihatian atas polemik yang terjadi pada PSSI. Apalagi PSSI di bawah kepengurusan baru ini banyak melakukan penyimpangan hasil Kongres Bali. Makanya, salah satu tujuan Rapat Akbar ini adalah membenanhi PSSI yang telah menyimpang,’’ terang Dwi Irianto.
Menurutnya, dari RASN ini ditawarkan kepada seluruh anggota PSSI yang hadir untuk mendapatkan solusi agar PSSI kembali pada ‘jalan yang benar’. Sedangkan jika nantinya terpaksa muncul rencana Kongres Luar Biasa (KLB), menurut Dwi tidak ada masalah. RASN bisa ambil keputusan, asalkan minimal 2/3 anggota PSSI setuju.
Jika mengacu dari pemaparan masing-masing perwakilan Pengprov yang hadir, tampaknya RASN ini bakal mengarah pada KLB. Menyusul banyak anggota yang menyetujui digelarnya KLB. Bahkan dua per tiga anggota PSSI yang hadir dalam RASN ini mendesak untuk segera digelar KLB.
‘’Acara rapat akbar dihadiri lebih dari dua per tiga pemegang suara, hampir seratus persen mendesak digelarnya KLB,’’ yakin Sudarmaji, Media Officer Arema yang ikut hadir dalam RASN, kemarin sore. ‘’Semua wakil dari Pengprov menyuarakan untuk digelar KLB dalam sambutannya,’’ sambung mantan wartawan ini.
Sedangkan untuk sikap Arema, Sudarmaji meyakinkan bahwa manajemen klub yang berlaga di kompetisi Indoesia Super League (ISL) ini tetap mendukung digelarnya KLB. Bahkan jika memungkinkan, KLB yang bakal memilih Ketua Umum PSSI itu bisa digelar di Malang.
‘’Kalau untuk Arema, KLB menjadi jawaban atas segala upaya Arema Indonesia yang ingin mengoreksi kebijakan PSSI yg memecah belah Arema, karena PSSI tidak bersikap obyektif dan sportif, tapi justru memecahbelah Arema, dan justru mementingkan kelompoknya sendiri,” yakin Darmaji.
’’PSSI juga tidak jujur dan sama sekali tidak melakukan verifikasi factual.
Kita berharap KLB digelar di Malang karena pada 2010 lalu Malang juga
sukses menggelar KSN (Kongres Sepakbola Nasional, Red). Demikian juga saat konggres PSSI, Malang sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah,’’ pungkasnya.
Home »
KLB
,
Kota Malang
,
PSSI
,
sepakbola nasional
» Kota Malang Siap Selenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !