Aremania Elektronik- Pernyataan damai di internal Arema Indonesia ternyata itu hanya isapan jempol belaka. Buktinya, kini muncul masalah baru antara manajemen dan pemain Arema. Menurut sumber beritajatim.com, yang minta tak disebut namanya, manajemen memang sudah cukup bersabar membiarkan apa yang dilakukan pemain..

Namun kali ini, sudah seakan tak ada jalan lain. Kecuali mengajak bertemu para pemain untuk menjelaskan persoalan yang ada dan meminta komitmen. Pihak manajemen yang sah setelah mendapat mandat dari Ketua Yayasan Arema HM Nur, dan Direktur PT Arema Indonesia, Siti Nurzanah, digantikan Winarso, mengirimkan surat kepada pemain..
"Surat itu untuk mengajak pemain bicara bersama manajemen dan meminta komitmen. Tapi surat itu ditolak oleh oknum yang mengklaim membawahi dan bertanggungjawab kepada pemain," kata sumber itu, Kamis (22/12/2011) siang..
Dikatakannya, andai kata pemain mau diajak bicara dengan manajemen, bisa dimusyawarahkan. Karena sudah tak mau, terpaksa manajemen Arema harus buat kebijakan final..
"Harus menawarkan kepada pemain, mau bergabung apa siap keluar dari Arema. Karena semua kebutuhan pemain, manajemen yang membayarnya. Aneh kalau tidak ikut perintah dan tak mau komunikasi dengan pemain," katanya heran kepada sikap pemain..
Menurut sumber itu, sebenarnya persoalan Arema muncul sebelum launching tim. Dan setelah itu, pemain tak mau berangkat ke Papua melawan Persipura. Namun setelah dipaksa, pemain masih mau berangkat ke Papua..
"Ada masalah dengan pemain itu muncul sejak saat itu," katanya..
Selanjutnya, saat laga home awal melawan PSMS Medan di Stadion Gajayana..
"Padahal sudah dengan tegas, M Nur sudah sepenuhnya menyerahkan kepada pihak PT Ancora selaku investor. Dan ibu Siti Nurzanah, sudah menyerahkan ke pak Winarso sebagai Direktur PT Arema Indonesia. Karena dia sudah menjabat kepengurusan di PSSI. Itu resmi, bukan isue lagi," katanya..
Karena sudah klimaks, pihak manajemen harus tegas terhadap sikap pemain yang jelas ada pihak yang mengendalikannya..
"Maka solusinya, kalau pemain tak mau ketemu dan bicara dengan manajemen, pihaknya harus keluar," katanya..
Adapun pemain Arema yang 'dipecat' oleh manajemen Arema diantaranya adalah kapten Arema, Noh Alam Shah, Eteban, Roman Chmelo dan Muhammad Ridhuan. Tak hanya itu, karena memiliki sikap yang sama dengan pemain, pelatih Arema asal Bosnia, Milomir Selija, dan Dusan Momcilovic, selaku pelatih fisik juga siap memilih. Keluar atau tetap di Arema. .
"Manajemen hanya ingin meminta dan menjelaskan hak dan kewajiban pemain. Tak hanya membayar pemain. Tapi pemain harus tahu juga hak dan kewajibannya," kata sumber itu, dengan tetap meminta agar namanya tidak disebutkan..
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !